in

Menikmati Teh Otentik Ala Rumahan di Teabumi Cafe

Bagikan Berita- Menikmati Teh Otentik Ala Rumahan di Teabumi Cafe . Ritual minum teh sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Aroma daun teh yang khas serta rasanya yang sepat cenderung pahit disukai banyak orang. Minuman ini bagaikan teman setia saat sarapan di pagi hari hingga bersantai sore bersama keluarga.

Kawasan Jawa Barat atau priangan sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas Teh terbesar di Indonesia sehingga banyak pengusaha teh di tanah priangan dari jaman Belanda.

Namun, hal tersebut sekaligus menjadikan Teh seolah merupakan komoditas yang ‘murah’ atau kurang bernilai karena mudah didapat di mana saja. Padahal, banyak varietas Teh di Indonesia, termasuk Jawa Barat, yang diincar warga mancanegara karena keistimewaannya.

Hal inilah yang mendasari Mei Ping, pengusaha yang juga pegiat komunitas Teh untuk mendirikan kafe Teabumi pada awal 2019. Kafe yang namanya diambil dari Bahasa Sunda “Ti bumi” atau “Dari rumah” memiliki produk unggulan berbagai jenis Teh dengan penyajian yang beragam.

Tea Bumi perpaduan dari bahasa Inggris dan Bahasa Sunda yang berarti Ti Bumi atau dari rumah.

Sesuai dengan artinya, Tea Bumi ingin mengembalikan Pasundan sebagai rumah teh, setelah sekian lama tenggelam oleh berbagai minuman kekinian.

Ketika memasuki cafe ini pengunjung seakan nongkrong layaknya dirumah sendiri. Terdapat empat ruangan indoor dengan interior vintage jaman kolonial sehingga membuat pengunjung betah untuk nongkrong di tea bumi cafe . Sedangkan outdoornya di berikan kursi dan meja Panjang dari kayu. Di ruangan outdoor juga terdapat stage kecil untuk akustikan.

“Kami ingin mengembalikan tanah Pasundan sebagai rumah dari Teh, sudah sekian lama kita tenggelam dengan jenis minuman lainnya sampai lupa kalau Teh juga berasal dari Jawa Barat,” katanya.

Teabumi menghadirkan 16 macam teh artisan, termasuk blend seperti Teh Putih, Teh Hijau l, Teh Hitam , Teh Kuning dan Teh Ooling. Salah satu pilihan favorit penikmat teh di cafe ini adalah white tea atau The Putih karena memiliki cita rasa floral, manis alami dari daun teh, dan warna yang jernih.

“Kombinasi dari campuran bahan yang ada menciptakan keseimbangan rasa, dari situ jugalah kami mendapatkan inspirasi namanya, yaitu Laras Teabumi,”ujarnya.

Yang menarik dari teh ini sendiri adalah beberapa di antaranya ada yang bersifat musiman sehingga tidak bisa dinikmati setiap saat.

Untuk menyasar pasar milenial dan dewasa muda, Mei mengolah minuman Teh menjadi lebih ‘kekinian’. Tak hanya diseduh secara konvensional, beberapa jenis Teh di Teabumi juga disajikan secara dingin dengan campuran buah, hingga dibuat menyerupai sampanye dan juga wine.

“Di Bandung harus ada upaya lebih untuk mengenalkan jenis Teh karena tiap makan dikasih Teh gatis. Makannya di sini ada menu-menu blend yang lebih menarik secara penampilan,” ungkapnya.

Seperti Laras Teabumi. Teh tersebut disuguhkan dalam sebuah botol yang ditaruh dalam bucket berisi es. Sekilas, minuman tersebut menyerupai sampanye dan wine.

Ketika disajikan, Teh berwarna kemerahan tersebut dituang ke dalam gelas berisi es. Irisan lemon ditaruh di atas Teh, yang memperkaya keseluruhan rasanya dengan sensasi masam yang segar.

Laras Teabumi tidak disajikan dalam sebuah gelas saja. Minuman yang dibanderol Rp 88 ribu ini dikemas dalam ukuran pitcher dan bisa dibagi empat sampai enam orang. Maka dari itu, Laras Teabumi sangat cocok diminum bersama keluarga atau teman di siang hari yang panas.

Minuman ini begitu menyegarkan, disajikan dingin, dalam gelas berukuran mini minuman ini ditambahkan es batu dan potongan jeruk lemon. Warna cokelat pada teh merupakan hasil dari beragam bunga, rempah, dan buah yang dijadikan satu, seperti bunga rose, buah peach, lemon, madu, dan lavender.

“Ini inspirasinya dari orang yang menikah, menggabungkan dua jiwa menjadi satu. Saya membuat Teh inspirasinya dari mana saja sesuai mood, kemudian diriset,” katanya.

Selain teh, di cafe ini juga menyajikan Jenis minuman lainnya seperti kopi, mocktail dan matcha latte.

Sedangkan untuk varian makanannya, bisa mencoba Nasi Kuning Spesial yang menggabungkan makanan khas Banjar, Manado dan Sunda.

Terdapat juga nasi kuning cakalang, bubur manado, nasi goreng iga, sop buntut, hingga camilan seperti cireng dan gehu.

Tea Bumi juga menyediakan makanan western yang dipadukan dengan makanan khas Indonesia, seperti pasta ikan jambal. Ada pula camilan seperti dimsum.

“Di sini juga ada spageti aglio olio tapi pakai jambal roti, supaya kesan Jawa Barat-nya tetap ada,” katanya.

Dia berharap, inovasi menu Teh yang disajikan dapat menarik minat generasi muda untuk menjadikan minuman tersebut sebagai minuman yang bergaya kekinian.

Tea Bumi Cafe terletak di Jalan Padjadjaran No 72 Bandung

Buka setiap hari mulai pukul 07.00-21.00 WIB

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

KPK Tahan Lima Tersangka Dugaan Fiktif Proyek Waskita Karya

Okupansi Hotel di Kota Bandung Mulai Menggeliat