in

Stigma Negatif Masyarakat Kepada Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19

Bagikan Berita-Stigma Negatif Masyarakat Kepada Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19. Stigma ialah tipe kontrol sosial yang tak membedakan antara seseorang yang diberi stigma dan mereka yang berperilaku menyimpang, itu menyebakan mereka disingkirkan dari hubungan sosial dan masyarakat. (Dijiker dan Koomen , 2007)
ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya; ( kbbi )

Tenaga kesehatan bukanlah hanya sebagai garda terdepan dalam penangan virus corona ini tapi melainkan garis pertahanan terakhir dalam menangani penyakit ini. Maksudnya disini bahwa tenaga kesehatan berharap pertarungan ini tidak sampai pada mereka (tenaga medis ) saja yang berjuang. karena garda terdepan dalam penanganan wabah ini adalah “kalian”, seluruh lapisan masyarakat dengan tugasnya untuk menjaga agar kita semua terjaga dari pendemi ini. Diantaranya yaitu masyarakat agar tetap menjaga jarak, tetap di rumah, dan tidak melakukan perkumpulan agar penyebaran virus corona tidak semakin luas.

Stigma negatif terhadap mereka yang terkait dengan corona dampaknya yaitu menambah jumlah angka kematian di Indonesia, pasalnya stigma tersebut akan berujung pada penolakan sehingga mengindahkan kesembuhan dan memperburuk status kesehatan.

Seperti masyarakat Indonesia tidak stres, harus tetap bahagia di tengah pandemi Covid 19, karena dengan mental yang sehat membantu memperkuat imunitas, namun realitanya tak selalu indah, seperti mungkin yang saat ini telah dialami korban stigma Covid 19 para tenaga medis banyak yang ditolak pulang kekediamannya, PDP diasingkan dari lingkungan, jenazah Covid 19 ditolak dikuburan.

Pukulan keras bagi semua pihak terkait kasus Perawat Nuria Kurniasih kejadian ini contoh nyata bagaimana sebagian warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang hilang hati nurani jenazah perawat ditolak untuk dikebumikan. Padahal sudah ditegaskan sesuai dengan WHO “ Jenazah pasien Covid 19 tidak menularkan virus , petugas kesehatan pun pastinya sudah menjalankan protokol sesuai WHO pada jenazah. fakta lainnya bahwa setelah jenazah dikuburkan virus tak akan bisa hidup karena sifat virus hanya dapat bertahan hidup di sel yang hidup.

Stigma yang muncul di tengah pandemi ini yaitu buah hasil dari pemikiran negatif dan mis informasi juga ketidakcukupan literasi menjadi penyebab terbesar dan ini masih terjadinya stigma ditengah lapisan masyarakat. Mungkin sebagian masyarakat tidak sadar kalau perilaku memberikan stigma ke mereka petugas kesehatan, ODP, PDP pun jenazah Covid 19 memberi buruk seperti kecemasan luar biasa, kalau kondisi ini sudah terjadi maka akan sangat mudah bagi korban kehilangan kesehatan tubuhnya. Imunitasnya dirusak oleh perasaan tidak tenang, ketakutan, dan merasa dijauhi oleh lingkungan.

Dalam penanganan pasien covid 19 untuk para tenaga kesehatan ini sangat berpengaruh kenapa adanya stigma negatif dari masyarat dikarenakan para tenaga kesehatan tersebut bersentuhan langsung dengan pasien dan ini dianggap sebagai penular virus corona.

Oleh : Pusporini palupi J, S.S.T., M.M
Petugas medis dan berkiprah juga di dunia akademisi sebagai Dosen Universitas Pamulang
IG : prinipalupi09

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Telkomsel dan Disdik Tangsel Hadirkan Layanan Komunikasi Terjangkau Untuk 500 Lembaga Pendidikan

Aplikasi Pikobar Kini Bisa Digunakan Teman Netra