in

Waduh, Pria Asal Madiun Ini Puluhan Tahun Tidur dengan Ular Cobra

Bagikan Berita- Waduh, Pria Asal Madiun Ini Puluhan Tahun Tidur dengan Ular Cobra. Memelihara binatang reptil terutama ular tentu membutuhkan keahlian khusus. Karena resikonya sangat tinggi sekali bahkan bisa merenggut nyawa apabila sudah di gigit ular cobra dengan bisanya yang beracun.

Tetapi anggapan itu tidak berlaku bagi Suryo Negoro Basuki. Pemuda asal Kabupaten Madiun ini sudah bertahun-tahun hidup bersama king kobra. Bahhkan tidur sekamar dengan hewan melata nan ekstrem itu.

Ular tesebut kini berusia 12 tahun dengan berat 13 kg dan panjangnya sampai 4,3 meter. Pemuda 29 tahun itu memberi nama peliharaannya itu Tejo Suprakoso.

Menurut Sinyo panggilan akrabnya, reptil tersebut merupakan hewan peliharaan kesukaannya. Ia mengaku sudah jatuh hati pada Tejo sejak pertama kali dikasih oleh salah seorang temannya di Surabaya. Sejak itu, ia memutuskan selalu merawat binatang buas itu dengan penuh kasih sayang.

“Saya mulai pelihara ini dari bayi lah. Sampai satu tahun, saya enggak berani pegang king kobra ini dan ditempatkan di kandang terus. King kobra yang masih kecil justru berbahaya karena sembarangan dalam menggigit. Kalau yang dewasa pola penyeranganya bukan seperti itu,” kata dia melansir suara.com.

Untuk makannya, Sinyo selalu memberikan anakan tikus dan ular. King kobra merupakan salah satu jenis ular kanibal atau yang memakan sesama ular.

Tejo diberi makan sepekan sekali. Pakannya memang khusus ular. Ini dilakukan supaya ular itu mengonsumsi sesuai rantai makanannya.

Setelah dewasa, Sinyo mengaku baru berani memegang Tejo. Ia mengaku belum pernah digigit atau pun diserang hewan melata itu. “Ular king kobra ini tidak bisa jinak. Makanya saya membatasi diri untuk melakukan kontak langsung dengan si ular,” ujarnya.

Saat masih kecil, Tejo pernah mengalami sakit dan hampir dua bulan tidak mau makan. Saat itu, ia membawanya ke dokter hewan, tetapi malah ditolak dokter hewan karena tidak berani mengobati hewan ini.

“Si Tejo ini dari kecil memang agresif. Sampai sekarang pun tetap galak, karena sudah menjadi karakternya,” katanya.

Setelah bertahun-tahun merawat si Tejo hingga sekarang, Sinyo mengaku sudah menemukan chemistry dengan si ular. Ia pun beranggapan si ular pun juga sudah nyaman dengannya. Hal itu dibuktikan dengan si Tejo tidak pernah menyerangnya meski berada di lokasi yang sama.

Ia pun kerap tidur bersama si Tejo di kamarnya. Bahkan, tubuh Sinyo kerap dilewati sang raja kobra. Tetapi Tejo tidak pernah menyerang atau menggigitnya.

Meski demikian, ia mengaku kadang ada rasa takut. Terlebih ular jenis ini karakternya tidak bisa jinak dan memiliki bisa paling mematikan. Saat istrinya di rumah, Sinyo selalu mengandangkan Tejo karena khawatir akan menyerang istrinya yang belum terlalu dikenal.

“Istri saya saat ini kan kuliah di Solo. Kalau pulang ke rumah ya pasti saya taruh ke kandang. Ya ada ketakutan juga,” katanya.

Selain itu, Sinyo juga memiliki puluhan ekor ular buas lainnya. Hingga saat ini, ia memiliki 15 indukan ular piton, lima piton jantan, dan 9 ekor king cobra. Tetapi untuk saat ini, sebagian ular tersebut masih dititipkan di rumah temannya karena keterbatasan kandang di rumahnya.

“Ini di rumah hanya ada empat ekor ular piton dan dua king cobra. Untuk king cobra yang satu ekor masih kecil,” ujarnya.

Semua jenis ular yang dipelihara, kata dia, hanya makan sepekan sekali. Untuk satu ekor ular king cobra dewasa biasanya menghabiskan 2,5 kg ular hidup, sedangkan untuk ular piton menghabiskan 15 kg daging ayam dalam sekali makan.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Dinas ESDM Pasang Listrik Gratis bagi 20.000 Keluarga Miskin di Jabar Tahun Ini

Synology® Memperkenalkan DiskStation DS420j, Server Rumahan Esensial untuk Anda