in

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Menolak Disuruh Mundur

A handout photograph released by the UK Parliament shows Britain's Prime Minister Boris Johnson (C) gesturing while answering questions on the proroguing of Parliament, in the House of Commons in London on September 25, 2019, after the Supreme Court ruled that it was "unlawful, void and of no effect" - Britain's parliament resumed on Wednesday after the Supreme Court ruled that Prime Minister Boris Johnson's order to suspend it was "unlawful, void and of no effect". Johnson, who has vowed to press ahead with his plans for Brexit on October 31, was due to address MPs later on Wednesday. (Photo by JESSICA TAYLOR / UK PARLIAMENT / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - NO USE FOR ENTERTAINMENT, SATIRICAL, ADVERTISING PURPOSES - MANDATORY CREDIT " AFP PHOTO / Jessica Taylor /UK Parliament"

Bagikan Berita-Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Menolak Disuruh Mundur. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menepis seruan untuk mengundurkan diri. Dia pun menantang musuh-musuh politik yang ingin menggulingkan dirinya dari kekuasaan.

Seperti dilaporkan VoA, Boris Johnson menyampaikan tantangan tersebut pada Rabu (25/9), dalam satu sesi parlemen yang berlangsung kacau.

Situasi tersebut terjadi sehari setelah pengadilan tertinggi Inggris memutuskan Boris Johnson bertindak melanggar hukum dengan perintah penutupan parlemen menjelang tenggat waktu Brexit.

Di tengah-tengah teriakan, kemarahan, dan perintah berulang-ulang untuk tertib di House of Commons, Johnson membela mati-matian tujuannyanya untuk menarik Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober. Inggris akan tetap hengkang, baik dengan persetujuan dari Uni Eropa maupun tidak.

“Saya katakan, waktunya tiba untuk menyelenggarakan Brexit,” katanya.

Johnson menuduh lawan-lawannya untuk mengacaukan keinginan rakyat Inggris. Pada 2016 Inggris memutuskan untuk meninggalkan blok beranggotakan 28 negara itu lewat satu referendum. Referendum tersebut menghasilkan 52% sepakat untuk hengkang dari Uni Eropa, dan sisanya 48% menolak.

Ketegasan Johnson disambut dengan tepuk tangan dari rekan-rekan Partai Konservatifnya, dan cemoohan dari pihak oposisi ketika tiba di parlemen.

Johnson mempersingkat kunjungan ke Sidang Umum PBB di New York, setelah Mahkamah Agung Inggris pada Selasa secara bulat memutuskan upayanya untuk menghentikan kegiatan parlemen selama lima minggu berdampak melumpuhkan pengawasan terhadap rencana Brexit oleh pemerintah. Pengadilan membatalkan keputusan Boris Johnson itu.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Luncurkan GoPlay, Gojek Hadirkan Akses Luas dan Mudah untuk Konten Berkualitas

Setelah Ditangkap Dandhy Laksono Dilepaskan dengan Status Tersangka